Kabut Asap Belum Reda, Dikbud Merangin Perpanjang Pembelajaran Daring Hingga Udara Kembali Aman

Kabut Asap Belum Reda, Dikbud Merangin Perpanjang Pembelajaran Daring Hingga Udara Kembali Aman

Oplus_131072

Balairakyat.id,-

MERANGIN — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Merangin kembali memperpanjang pelaksanaan pembelajaran secara daring bagi peserta didik. Kebijakan ini dilakukan menyusul kondisi udara di Kabupaten Merangin yang belum dinyatakan aman akibat dampak kabut asap.

Perpanjangan pembelajaran daring tersebut dituangkan melalui surat edaran yang dikeluarkan Dikbud Merangin Nomor 400.3.8.1/1311/Disdikbud 2026, tentang antisipasi dampak pencemaran udara terhadap kegiatan belajar mengajar dilingkungan satuan pendidikan kabupaten Merangin. Yang mana dalam isi surat edaran tersebut Dikbud Merangin mngeluarkan surat edaran bahwa aktifitas belajar daring kembali diperpanjang mulai dari 16 Oktober hingga dengan batas waktu yang tidak ditentukan sampai udara kembali aman.

Upaya ini juga sebagai langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah kondisi kualitas udara yang belum kondusif.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Merangin, Dr.Misrinadi mengatakan bahwa melalui kebijakan ini, siswa diharapkan tetap mengikuti kegiatan belajar dari rumah dengan disiplin, meskipun pembelajaran tatap muka belum dapat dilaksanakan secara normal.

“Mulai besok 16 Oktober siswa kembali belajar dari rumah (daring) secara online hingga kualitas udara di Merangin benar-benar kembali aman dan sehat,”ujar Dr.Misrinadi, Selasa, (13/10/2026).

Menurut Dr.Misrinadi, pihak sekolah juga diharapkan terus berkoordinasi dengan orang tua atau wali murid agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif selama masa perpanjangan tersebut. Kebijakan pembelajaran daring akan terus diberlakukan hingga kondisi udara kembali aman dan memungkinkan peserta didik untuk kembali melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Langkah ini menjadi bentuk kehati-hatian dunia pendidikan dalam mengutamakan kesehatan peserta didik tanpa mengabaikan keberlangsungan proses belajar mengajar. Dan kebijakan ini juga sesuai dengan intruksi Bupati Merangin H.M.Syukur,”terangnya.

Selain itu Dr.Misrinadi menyebutkan, bahwa kesehatan tetap menjadi prioritas dan pendidikan harus tetap berjalan meski belajar daring dari rumah. Ia meminta agar orang tua dapat terus mengawasi anak-anaknya ketika belajar dirumah.

“Ketika tugas yang diberikan oleh guru sudah selesai, langsung laporkan ke gurunya secara online, dan tetap awasi anak-anak selama kabut asap ini, jangan keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak, jaga diri, jaga kesehatan, tetap gunakan masker,”pungkasnya.

Reporter : Yazdi Awan

admin

"Satu Suara Mengungkap Fakta"