DPPKB Merangin Study Tiru ke DPPKBP3A Batang Hari, Perkuat SAKIP dan Peningkatan Akuntabilitas Kinerja
DPPKB Merangin Study Tiru ke DPPKBP3A Batang Hari, Perkuat SAKIP dan Peningkatan Akuntabilitas Kinerja

Balairakyat.id,-
BATANG HARI – Dalam upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan akuntabilitas kinerja, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Merangin melaksanakan studi tiru ke Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Batang Hari, Kamis, (15/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait strategi peningkatan nilai SAKIP, pengelolaan administrasi, pencapaian target kinerja, serta inovasi pelayanan berbasis digital.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala DPPKBP3A Kabupaten Batang Hari, Muhammad Kadhafi, S.E., beserta jajaran. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi untuk mendorong peningkatan kinerja perangkat daerah.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Merangin, drg. Sony Propesma,.M.Ph menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan luar biasa yang diberikan jajaran DPPKBP3A Kabupaten Batang Hari.
Ia menegaskan, bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan bagian dari komitmen DPPKB Merangin untuk terus berbenah, memperkuat sistem kerja, dan meningkatkan capaian kinerja organisasi.
Menurut drg.Sony, sejak mulai bertugas di DPPKB Merangin pada 2025, dirinya terus berkomitmen mendorong perubahan dan memastikan setiap program memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami datang ke Batang Hari untuk belajar dan menggali pengalaman, terutama bagaimana implementasi SAKIP dijalankan dengan baik, mulai dari perencanaan, pengukuran indikator kinerja, hingga pelaporan dan evaluasi. Harapannya, apa yang kami pelajari di sini dapat diterapkan dan disesuaikan dengan kebutuhan di Kabupaten Merangin,” ujar drg. Sony, Kamis (15/10/2025).
drg.Sony juga menyampaikan, bahwa pembenahan sistem pelaporan, peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana (KB), serta penguatan administrasi menjadi bagian penting yang terus didorong di lingkungan DPPKB Merangin.
Menurutnya, evaluasi dan pendampingan dari pihak terkait harus dijadikan motivasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program.
drg.Sony berharap, studi tiru ini menghasilkan pengetahuan dan langkah konkret yang dapat memperkuat kinerja DPPKB Merangin, termasuk dalam upaya meningkatkan capaian pembangunan keluarga berencana dan percepatan penurunan stunting.
“Kami ingin pulang membawa hasil yang maksimal. Apa yang sudah baik di Batang Hari akan kami pelajari, kemudian kami upayakan untuk diterapkan di Merangin. Semoga silaturahmi dan kerja sama ini terus berlanjut melalui berbagai program lainnya,”jelasnya.
Sementara itu, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Batang Hari, Muhammad Kadhafi, S.E., menyambut baik kunjungan rombongan DPPKB Merangin. Ia menyampaikan bahwa pihaknya merasa senang dapat berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai pelaksanaan program serta peningkatan akuntabilitas kinerja perangkat daerah.
Kadhafi menekankan, bahwa keberhasilan pemerintahan tidak dapat dicapai oleh satu organisasi saja, tetapi membutuhkan kekompakan, koordinasi, dan kerja sama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Melalui kegiatan ini, kita bisa saling berbagi pengalaman dan memperkuat hubungan ant perangkat daerah. Kita harus membangun komunikasi yang baik, saling mengingatkan, serta memberikan masukan tanpa menjatuhkan satu sama lain. Dengan begitu, tata kelola pemerintahan yang baik dapat terwujud,”sebutnya.
Selain itu dalam pemaparannya, Kadhafi menjelaskan, bahwa implementasi SAKIP di Kabupaten Batang Hari didukung oleh pendampingan tim SAKIP terhadap OPD, mulai dari penyusunan dokumen perencanaan hingga pemantauan dan evaluasi capaian kinerja.
Dokumen penting yang menjadi bagian dari penerapan SAKIP meliputi Rencana Strategis (Renstra), Indikator Kinerja Utama (IKU), Rencana Kinerja Tahunan (RKT), Rencana Kerja (Renja), Perjanjian Kinerja, dan Rencana Aksi Kinerja.
Menurutnya, seluruh dokumen tersebut harus saling terhubung, memiliki indikator yang jelas, serta didukung pelaporan yang tertib dan terukur.
“Dengan demikian, capaian program dapat dipantau dan dievaluasi secara berkelanjutan,”ucapnya.
Ia juga menekankan, pentingnya disiplin ASN, baik dalam kehadiran, pelaksanaan tugas, maupun penyelesaian administrasi. Pemanfaatan aplikasi digital menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan transparansi, dan memastikan tanggung jawab setiap pegawai dapat dipantau.
Selain membahas SAKIP, DPPKBP3A Batang Hari turut memaparkan berbagai inovasi dalam pelaksanaan program keluarga berencana, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta percepatan penurunan stunting.
Salah satu inovasi yang dijelaskan tak hanya soal stunting tapi juga program Rumah Bunda yang diinisiasi Bupati Batang Hari, untuk menampung dan menindaklanjuti berbagai persoalan masyarakat dari tingkat desa melalui koordinasi lintas OPD. Program tersebut didukung pengembangan sistem pelaporan digital agar penyampaian masalah, proses verifikasi, dan tindak lanjut dapat dilakukan secara lebih terintegrasi.
“Dirumah Bunda apapun persoalan akan ditanggali langsung, masyarakat bisa melaporkan apapun persoalan di Batang Hari termasuk juga soal infrastruktur pembangunan. Disamping itu dalam penanganan stunting, pentingnya intervensi yang dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai sektor. Penanganan tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memperhatikan kondisi perumahan, sanitasi, ketersediaan jamban layak, serta faktor lingkungan lainnya,”Tuturnya.
Masih dikatakannya, keterlibatan seluruh OPD menjadi faktor penting agar intervensi yang dilakukan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia turut menyampaikan DPPKBP3A Batang Hari dalam pembinaan Generasi Berencana (GenRe), penguatan pelayanan KB, serta pengembangan program berbasis data dan siklus hidup keluarga.
“Setiap Desa di Kabupaten Batanghari ada duta GenReenya,”katanya.
Menurut Kadhafi, silaturahmi dan pertukaran pengalaman antardaerah merupakan langkah penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta membangun sistem pemerintahan yang baik. Ini dilihat dari kerja sama antar OPD di Kabupaten Batang Hari.
“Setiap OPD harus mampu membangun kerja sama yang solid, saling memberikan masukan, dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama tanpa saling menjatuhkan,”akunya.
“Kalau ada kekurangan, kita saling mengingatkan dan memperbaikinya bersama. Tujuan kita sama, bagaimana membangun pemerintahan yang baik dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Makanya kalau disini (Batanghari-red) terutama di OPD kita langsung kita panggil kita selesaikan secara bersama-sama pada hari itu juga ,”tambahnya.
Selain itu, lanjut Khadafi, seluruh jajaran dituntut memiliki komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama dan memastikan setiap program menghasilkan capaian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Khadhafi, pentingnya kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung peningkatan kinerja organisasi. Pemerintah Kabupaten Batang Hari memanfaatkan sistem digital untuk membantu memantau kehadiran, kedisiplinan, dan pelaksanaan tugas pegawai.
Salah satu aplikasi yang digunakan untuk mendukung pemantauan kehadiran adalah Si Kepo. Melalui sistem tersebut, data kehadiran dan pelanggaran disiplin dapat tercatat sebagai bahan evaluasi kinerja pegawai setiap harinya.
“Kalau disini tidak main-main dalam penegakkan disiplin, setiap hari harus absen berkali-kali, kalau terbukti melanggar kena sanksi tegas, sudah banyak ASN dan PPPK yang dipecat,”tuturnya
Seluruh OPD didorong untuk berperan aktif sesuai tugas dan kewenangannya agar intervensi dapat berjalan secara menyeluruh.
Menurut Kadhafi, pemanfaatan teknologi harus mampu mempercepat koordinasi dan memastikan setiap persoalan masyarakat mendapatkan penanganan sesuai kewenangan perangkat daerah.
Ia turut menyampaikan bahwa capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Batang Hari pada 2025 tercatat sebesar 88,06 persen, berdasarkan pemaparan dalam pertemuan tersebut. Capaian itu menjadi bagian dari evaluasi pelaksanaan program sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan efektivitas kerja seluruh OPD.
Menutup pemaparannya, Kadhafi menyatakan bahwa DPPKBP3A Kabupaten Batang Hari terbuka untuk melanjutkan komunikasi dan berbagi pengalaman dengan DPPKB Kabupaten Merangin, termasuk terkait pengelolaan kegiatan dan administrasi program.
Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan jajaran kedua daerah dapat saling berkunjung dan bertukar pikiran, terutama mengenai pengelolaan Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB), pendataan, administrasi kehadiran, serta penyusunan surat pertanggungjawaban (SPJ) dan SAKIP.
Menurutnya, pengelolaan administrasi yang tertib dan sesuai ketentuan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pencapaian target program.
Sementara itu, kegiatan studi tiru dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi teknis. Kasubbag Perencanaan Program dan Keuangan DPPKB Merangin, Nurhidayah, turut menggali informasi mengenai proses implementasi SAKIP, penetapan indikator kinerja, strategi pencapaian target, serta teknis pengelolaan keuangan dan pertanggungjawaban surat pertanggungjawaban (SPJ).
Dalam diskusi tersebut, turut dibahas capaian nilai SAKIP Kabupaten Merangin sebesar 79,50, sementara Kabupaten Batang Hari mencapai 83 berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pertemuan.
Perbedaan capaian tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi DPPKB Merangin untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki, memperkuat kualitas perencanaan, menyelaraskan indikator kinerja, dan meningkatkan ketepatan pelaporan.
Melalui diskusi ini, DPPKB Merangin berharap dapat memperoleh gambaran teknis yang lebih jelas mengenai langkah-langkah yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas implementasi SAKIP di lingkungan organisasinya.
Bagi DPPKB Merangin, pengalaman yang diperoleh dari Batang Hari diharapkan menjadi bekal untuk memperbaiki sistem kerja dan meningkatkan capaian kinerja secara berkelanjutan, sehingga setiap program yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Merangin.
Reporter : Yazdi Awan
