Kabut Asap Kian Parah! Belajar Daring Kembali di Perpanjang 12–13 Oktober

Kabut Asap Kian Parah! Belajar Daring Kembali di Perpanjang 12–13 Oktober

Tampak Suasana Kabut Asap di Kabupaten Merangin.

Balairakyat.id,-

MERANGIN-Kondisi kabut asap yang kian parah kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak buruk kualitas udara bagi kesehatan, pembelajaran daring bagi peserta didik kembali dilanjutkan selama dua hari, yakni pada senin hingga Selasa, 12–13 Oktober 2026.

Perpanjangan pembelajaran daring ini menjadi langkah penting untuk melindungi kesehatan siswa di tengah kondisi kabut asap yang semakin parah.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Merangin Dr.Misrinadi, membenarkan bahwa aktifitas belajar daring kembali dilanjutkan dirumah mengingat kondisi kabut asap dan udara di Merangin tidak sehat.

“Ya, belajar daring kembali dilanjutkan selama 2 hari, tadi kita juga sudah berkoordinasi dengan bapak Bupati Merangin intruksi beliau belajar daring kembali dilanjutkan,”ujar Dr.Misrinadi saat dikonfirmasi media ini Minggu (11/10/2026).

Dikatakan Dr.Misrinadi, selama pembelajaran daring berlangsung, para guru diharapkan tetap masuk sekolah secara efektif melalui metode pembelajaran jarak jauh. Dengan demikian, meskipun siswa belajar dari rumah, proses pendidikan tetap berjalan sesuai dengan arahan dan ketentuan yang berlaku.

“Guru nya tetap masuk sekolah, meskipun daring, guru juga harus memantau pembelajaran siswa dan siswa juga harus melaporkan aktifitas belajarnya dirumah,”jelasnya.

Menurut Dr.Misrinadi, para orang tua juga diharapkan berperan aktif mendampingi anak selama mengikuti pembelajaran daring. Selain memastikan tugas dan materi pelajaran tetap dikerjakan, orang tua perlu membatasi aktivitas anak di luar rumah.

“Jangan berkeliaran diluar rumah, perbanyak minum air putih dan istirahat yang cukup,”imbau Dr.Misrinadi.

Sementara itu, pemerintah akan terus memantau perkembangan kualitas udara serta menyampaikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran daring juga diperlukan agar kebijakan pendidikan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Kalau surat edarannya tengah kami siapkan, intinya keselamatan siswa harus diutamakan,”ujar Dr.Misrinadi.

Disamping itu, perpanjangan pembelajaran daring pada 12–13 Oktober 2026 diharapkan dapat membantu mengurangi paparan kabut asap terhadap peserta didik. Namun, langkah tersebut perlu didukung pemantauan kualitas udara dan penanganan sumber kabut asap secara berkelanjutan.

Kini, masyarakat berharap kondisi udara di Kabupaten Merangin segera membaik sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung secara normal dan aman.

Reporter : Yazdi Awan

admin

"Satu Suara Mengungkap Fakta"