Pesona Budaya Lokal Warnai HUT Merangin Ke-76, Tari Sanggar Pelito Mudo Bikin Penonton Terpukau
Balairakyat.id,-
MERANGIN-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Merangin ke-76 tahun berlangsung meriah dan penuh nuansa budaya. Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian masyarakat adalah pertunjukan tari tradisional yang dibawakan oleh Sanggar Pelito Mudo, yang sukses membuat penonton terpukau dan memberikan apresiasi meriah.
Penampilan Sanggar Pelito Mudo digelar dalam rangkaian acara hiburan rakyat HUT Merangin ke-76.
Dengan balutan kostum khas daerah yang anggun dan penuh warna, para penari tampil kompak membawakan tarian tradisional yang sarat makna budaya lokal. Iringan musik tradisional semakin menambah kekuatan suasana, membuat pertunjukan terasa hidup dan memikat.
Sejak awal penampilan, ratusan penonton tampak antusias menyaksikan setiap gerakan tari yang ditampilkan. Tepuk tangan dan sorakan penonton mengiringi jalannya pertunjukan hingga akhir. Banyak pengunjung mengaku kagum dengan kemampuan para penari yang sebagian besar merupakan generasi muda, namun mampu menampilkan tarian tradisional dengan penuh penghayatan.
Pimpinan Sanggar Pelito Mudo Ira Irmawati, menyampaikan bahwa keterlibatan sanggar dalam peringatan HUT Merangin ke-76 merupakan wujud kecintaan terhadap seni dan budaya daerah. Menurutnya, momentum hari jadi Kabupaten Merangin menjadi sarana penting untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya lokal kepada masyarakat luas.
“Melalui penampilan ini, kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus mencintai dan menjaga budaya daerah. Seni tari tradisional adalah warisan yang harus kita rawat bersama,” ujar Ira Irmawati, Senin (22/12/2025).
Sanggar Seni Pelito Mudo, yang dipimpin oleh Ira Irmawati tersebut, merupakan salah satu sanggar seni yang aktif melestarikan budaya lokal di Merangin, sanggar ini membawakan tarian tradisional “Sidayang Dani” dari Kecamatan Tabir Rantau Panjang, yang memiliki makna memanggil padi.
“Penampilan ini menunjukkan komitmen Sanggar Pelito Mudo dalam menjaga dan mempromosikan warisan budaya lokal. “Sidayang Dani” sendiri merupakan tarian yang sarat makna dan filosofi, mencerminkan hubungan erat masyarakat dengan alam dan pertanian,”jelasnya.
Menurutnya, sanggar Pelito Mudo terus berupaya melestarikan dan mengembangkan seni tradisional, serta memperkenalkannya kepada generasi muda. Keberadaan sanggar ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi upaya pelestarian budaya di daerah lainnya. Sementara itu,
Queenza Cahaya Aqila bertindak sebagai juru tari dalam penampilan Merangin Expo tersebut.
Reporter : Andy Gondrong
