Pelepasan Siswa Kelas VI SD N 115 Bangko Berlangsung Sukses, Iif Pratiwi : Tak Ada Pungutan dari Sekolah

Balairakyat.id,-

MERANGIN – Acara pelepasan siswa kelas VI SD Negeri 115 Bangko tahun ajaran 2025/2026 berlangsung sukses, meriah, dan penuh haru. Kegiatan yang digelar di aula Hotel Dewi tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kebudayaan, kepala sekolah, majelis guru, komite sekolah, orang tua wali murid, serta para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Acara pelepasan menjadi momentum istimewa bagi para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan selama enam tahun di bangku sekolah dasar. Berbagai rangkaian kegiatan ditampilkan untuk memeriahkan acara, mulai dari pertunjukan seni, pembacaan puisi, penampilan tari daerah, hingga penyampaian pesan dan kesan dari siswa serta guru.

Suasana haru tampak menyelimuti acara ketika para siswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru-guru yang selama ini telah mendidik dan membimbing mereka.

Tidak sedikit orang tua maupun tenaga pendidik yang tampak terharu menyaksikan penampilan para siswa yang menjadi bagian dari perpisahan tersebut.

Namun, di tengah suksesnya penyelenggaraan kegiatan, muncul sejumlah tudingan yang diduga menyebut adanya pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan acara pelepasan siswa. Bahkan sempat mencuat dimedia sosial.

Menanggapi hal itu, Iif Pratiwi selalu PLT Kepala Sekolah memberikan klarifikasi dan menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Menurut Iif Pratiwi, seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan acara dilakukan secara terbuka melalui komunikasi dan musyawarah sesama orang tua wali murid. Ia menyebut bahwa partisipasi yang diberikan oleh para orang tua merupakan hasil kesepakatan bersama demi mendukung terselenggaranya kegiatan pelepasan yang berkesan bagi anak-anak mereka.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah. Seluruh bentuk sumbangan yang ada merupakan inisiatif dan kesepakatan para wali murid. Sekolah tidak ikut menentukan besaran maupun mengelola dana tersebut,” tegas Iif Pratiwi, selalu PLT Kepala Sekolah, Rabu, (03/06/2026).

Ia menjelaskan bahwa sekolah hanya memberikan dukungan dalam bentuk memfasilitasi tempat yang dilakukan rapat bersama disekolah. Sementara, urusan sumbangan dan kebutuhan acara sepenuhnya menjadi ranah wali murid yang dikelola secara mandiri.

“Semua dilakukan oleh orang tua melalui musyawarah bersama. Pihak sekolah tidak terlibat dalam pengumpulan dana maupun penggunaan anggaran kegiatan,” sebutnya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh bentuk sumbangan yang diberikan oleh wali murid dilakukan secara sukarela dan dikelola oleh orang tua langsung tanpa campur tangan pihak sekolah.

“Tidak ada campur tangan pihak sekolah dalam menentukan besaran sumbangan maupun dalam proses pengumpulan dana. Semua itu merupakan urusan wali murid yang dilakukan atas dasar musyawarah dan kesepakatan bersama. Sekolah hanya fokus pada tugas utama kami, yaitu mendidik dan memastikan kegiatan berjalan dengan baik,” tegasnya.

Menurutnya, penting untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terhadap institusi pendidikan maupun pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Kami menghargai partisipasi dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh para orang tua. Namun perlu dipahami bahwa segala bentuk dukungan yang diberikan merupakan keputusan dan inisiatif wali murid sendiri, bukan program atau pungutan yang ditetapkan oleh sekolah,” tuturnya.

“Dan yang perlu digaris bawahi lagi Anak yatim/yatim piatu dan kurang mampu di gratiskan orang tua wali murid tidak dipungut biaya,”tambahnya.

Sementara itu, salah satu wali murid yang anaknya hadir dalam kegiatan pelepasan tersebut mengakui bahwa para orang tua wali murid tidak merasa terbebani dengan sumbangan pelepasan siswa tersebut. Menurutnya, sumbangan tersebut murni hasil musyawarah bersama dan kesepakatan bersama wali murid sehingga acara bisa dilaksanakan dengan sukses dan lancar.

“Bahkan ada wali murid yang ngasih sumbangan berlebih untuk acara tersebut. Inilah salah satu wujud rasa terima kasih kami kepada sekolah dan para guru yang telah mendidik anak-anak kami selama 6 tahun ini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut dapat diposisikan sebagai bentuk klarifikasi resmi dari pihak sekolah terkait tudingan adanya pungutan yang membebankan dalam kegiatan pelepasan siswa.

Reporter : Yazdi Awan

admin

"Satu Suara Mengungkap Fakta"