Misrinadi ‘Pulang Kampung’ Hadiri TKA dan Tegaskan Visi Misi Bupati, Jangan Ada Anak Merangin Tidak Sekolah

Balairakyat.id,-

MERANGIN – Setelah hadir dalam sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kecamatan Batang Masumai kemarin, kunjungan Kadisdikbud Merangin Dr.Misrinadi,.S.Pd,.MM terus berlanjut. Kali ini, orang nomor satu dijajaran Dikbud Merangin itu pulang kekampung halamannya di Kecamatan Pangkalan Jambu. Sama seperti sebelumnya, Misrinadi yang dikenal dengan senyum ramahnya ini, kembali menyapa kepala sekolah, guru, dan operator sekolah, saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digelar di SD Negeri 157 Bungo Tanjung. Kegiatan ini juga dihadiri kepala sekolah, guru, operator ditiga kecamatan yakni Renah Pembarap, Sungai Manau, dan Pangkalan Jambu.

Seperti diketahui, Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan serta kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi sistem evaluasi pembelajaran yang lebih terukur.

Dalam arahannya, Kadisdikbud Merangin Misrinadi, menyampaikan, bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan instrumen penting untuk memotret capaian pembelajaran peserta didik secara objektif dan terukur. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat diharapkan memiliki pemahaman yang sama terkait tujuan, mekanisme, serta teknis pelaksanaan TKA.

“TKA sebagai alat evaluasi. Dari hasil TKA, kita bisa melihat kekuatan dan kelemahan proses pembelajaran yang selama ini berjalan di sekolah. Maka bapak dan ibu ikutilah kegiatan ini dengan baik, apa yang disampaikan pemateri hendaknya menjadi pedoman dan diterapkan dalam proses belajar mengajar dan ujian,” ujar Misrinadi, Rabu (04/02/2026).

Ia menegaskan, bahwa hasil TKA nantinya tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik, tetapi juga menjadi bahan refleksi bagi guru dan sekolah dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari keberanian untuk mengevaluasi diri secara jujur dan terbuka.
Kadisdikbud juga menekankan pentingnya kesiapan sekolah dalam menghadapi pelaksanaan TKA, mulai dari kesiapan administrasi, pemahaman regulasi, hingga sarana dan prasarana pendukung.

“Peran guru dinilai sangat krusial dalam memberikan pendampingan dan motivasi kepada siswa agar siap secara akademik maupun mental,”sebutnya.

“Kepala sekolah dan guru harus memastikan siswa memahami bahwa TKA adalah bagian dari proses belajar. Ciptakan suasana yang nyaman, menyenangkan, jangan ada tekanan berlebihan, tetapi tetap fokus pada peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pelaksanaan TKA dilakukan secara jujur, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kadisdikbud menegaskan tidak boleh ada praktik-praktik yang mencederai nilai kejujuran dan integritas dalam dunia pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Kadisdikbud juga mengajak seluruh insan pendidikan di Kecamatan Renah Pembarap, Sungai Manau, Pangkalan Jambu untuk terus meningkatkan kompetensi, disiplin, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Kualitas pendidikan yang baik hanya dapat terwujud jika didukung oleh sumber daya manusia yang berkomitmen dan bertanggung jawab,”

Hasil TKA diharapkan mampu menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran demi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Merangin secara berkelanjutan.

Disisi lain Misrinadi juta menyampaikan bahwa seluruh kepala sekolah, guru, dan stack holder disekolah, dapat menyukseskan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Merangin dalam program pendidikan gratis bagi siswa kurang mampu. Yang mana program Bupati Merangin memberikan bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa kurang mampu.

“Sesuai program dan visi misi pak Bupati, jangan ada anak Merangin yang tidak sekolah karena kekurangan biaya untuk memberi perlengkapan belajar. Seperti seragam, sepatu, tas, disediakan untuk anak-anak sekolah. Begitu besar perhatian pak Bupati untuk anak-anak kita,”tuturnya.

Dalam kegiatan itu ia juga menghimbau kepada kepala sekolah, guru, dan operator agar mendata siswa-siswi disekolah yang kurang mampu. Setelah itu datanya kirim ke dinas pendidikan kebudayaan Merangin agar diberi bantuan perlengkapan sekolah secara gratis.

“Sekali saya tegaskan, ini program pak bupati dan wakil bupati kita, mari kita sukseskan jangan sampai lagi ditemukan ada anak-anak putus sekolah dikarenakan keterbatasan biaya untuk pendidikan,”pungkasnya.

Reporter : Yazdi Awan