Duka di Hari Kedua Lebaran, Rumah Warga Desa Seling Ludes Terbakar, Korban Harapkan Uluran Tangan Pemerintah
Balairakyat.id,-
MERANGIN – Suasana sukacita Hari Raya Idul fitri di Desa Seling, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, mendadak berubah menjadi duka, Minggu (22/03/2026). Pasalnya, Pada hari kedua Lebaran idul Fitri 1447 H, sebuah rumah milik warga bernama Hasyim di RT 01 Desa Seling Kecamatan Tabir dilaporkan ludes dilalap si jago merah, meninggalkan kesedihan mendalam bagi korban dan keluarga.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi saat sebagian warga tengah menjalankan tradisi silaturahmi Lebaran. Api tiba-tiba muncul dari dalam rumah dan dengan cepat membesar, diduga dipicu oleh korsleting listrik. Dalam hitungan menit, kobaran api melahap seluruh bagian rumah yang sebagian besar berbahan mudah terbakar.
Sontak, warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan. Dengan peralatan seadanya, mereka berjibaku memadamkan api agar tidak merambat ke rumah lain yang berada di sekitar lokasi. Kepanikan sempat terjadi karena api terus membesar dan sulit dikendalikan. Mendapat kabar itu Damkar Merangin melalui Pos Damkar Tabir bergegas langsung lokasi kejadian.
“Api cepat sekali membesar, kami hanya bisa bantu seadanya. Barang-barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan,” ujar jali seorang warga di lokasi kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Seluruh isi rumah, termasuk perabotan, pakaian, hingga barang berharga lainnya, hangus terbakar tanpa tersisa.
Korban hanya bisa pasrah melihat rumah yang menjadi tempat tinggal mereka selama ini rata dengan tanah. Di tengah suasana Lebaran yang seharusnya penuh kebahagiaan, mereka kini harus menghadapi kenyataan pahit hangusnya tempat tinggal mereka. Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Merangin dapat membantu korban musibah kebakaran tersebut.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah Merangin maupun pihak terkait, karena saat ini kami benar-benar membutuhkan,”ungkap korban dengan nada haru,.Minggu (22/03/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Penyelamatan dan Pemadam Kebakaran Dedi Martika membenarkan peristiwa tersebut. Hingga kini kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun, dugaan sementara mengarah pada arus pendek listrik. Ia pun mengimbau agar masyarakat lebih waspada, terutama saat meninggalkan rumah dalam kondisi listrik masih menyala.
“Semoga korban sabar dan tabah menghadapi cobaan ini, semua pasti ada hikmahnya,”ujarnya.
Masih dikatakan Defi, Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di momen hari besar seperti Idulfitri. Selain itu, diharapkan adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak dermawan agar korban dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan seperti sediakala.
“Semoga nanti ada bantuan dari pemerintah daerah. Dan kami juga berpesan jika ingin bepergian keluar rumah periksa betul kelistrikan dirumah ataupun kompor sudah padam atau tidak, sehingga saat bepergian bisa aman dari musibah kebakaran,”pungkasnya.
Reporter : Yazdi Awan

