Disinyalir Bau Bangkai Kandang Ayam Menyengat, Warga Minta DLH Turun Kelokasi
Balairakyat.id,-
MERANGIN – Bau menyengat yang diduga berasal dari bangkai ayam di sebuah kandang ayam potong di Desa Telun, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, dikeluhkan oleh warga setempat. Peternakan ayam tersebut disebut-sebut milik seorang pengusaha (DO).
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari warga sekitar, bau tak sedap tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin mengganggu aktivitas serta kenyamanan masyarakat. Warga menduga bangkai ayam dari peternakan tersebut dibuang secara sembarangan tanpa pengelolaan yang sesuai standar lingkungan.
“Ya bang, pemilik peternakan ayam itu membuang bangkai ayam sembarangan. Baunya sangat menyengat dan kami sangat terganggu,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya kepada awak media, Kamis (08/01/2025).
Menurut warga, selain menimbulkan bau menyengat, keberadaan bangkai ayam yang tidak dikelola dengan baik juga sangat berpotensi menimbulkan penyakit dan wabah. Bangkai ternak yang membusuk dapat menjadi sumber bakteri, virus, serta mengundang lalat dan hama lainnya yang berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan dan masyarakat sekitar.
Warga khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, akan memicu penyebaran penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, hingga penyakit menular yang bersumber dari limbah ternak.
“Bangkai kandang ayam juga ditemukan disekitar kebun sawit warga, sehingga warga resah dan sangat terganggu,”ujarnya.
Ironisnya lagi , lokasi peternakan tersebut tidak jauh dari permukiman warga.
Atas kondisi tersebut, sejumlah warga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merangin untuk segera turun ke lokasi guna melakukan pengecekan langsung, termasuk mengkroscek izin usaha peternakan ayam tersebut.
Warga juga berharap, apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan lingkungan maupun perizinan usaha, maka pihak terkait dapat memberikan sanksi tegas kepada pemilik peternakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemilik peternakan ayam maupun instansi terkait belum berhasil dikonfirmasi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
(Erpan)

