Dikbud Merangin Gelar Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Jenjang SD dan SMP
Balairakyat.id,-
MERANGIN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Merangin terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyusunan Kurikulum Muatan Lokal (Mulok) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Merangin.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan kurikulum yang sesuai dengan karakteristik, potensi, serta budaya lokal Merangin. Penyusunan kurikulum muatan lokal diharapkan mampu menjadi pedoman bagi satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan lingkungan peserta didik.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan guru SD dan SMP, kepala sekolah, pengawas sekolah, serta tim penyusun kurikulum dari Dikbud Merangin. Selain itu, turut dilibatkan narasumber yang kompeten di bidang pendidikan dan kebudayaan guna memastikan kurikulum yang disusun memenuhi standar dan kebutuhan daerah.
Plt.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin Juhendri dalam sambutannya menyampaikan bahwa kurikulum muatan lokal memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan jati diri peserta didik. Melalui muatan lokal, peserta didik diharapkan dapat mengenal, memahami, dan mencintai budaya serta potensi daerahnya sendiri.
“Muatan lokal bukan sekadar pelajaran tambahan, tetapi menjadi sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal kepada generasi muda. Ini juga bagian dari upaya pelestarian budaya daerah melalui dunia pendidikan,” ujarnya, Senin, (15/12/2025).
Lebih lanjut dijelaskan, penyusunan kurikulum muatan lokal ini diselaraskan dengan implementasi Kurikulum Merdeka yang memberikan keleluasaan bagi daerah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi lokal.
Dalam proses penyusunan, peserta kegiatan melakukan diskusi dan kajian terhadap materi muatan lokal yang akan dimasukkan dalam kurikulum, seperti pengenalan budaya daerah, sejarah lokal, potensi alam, serta nilai-nilai sosial masyarakat Merangin. Materi tersebut disesuaikan dengan jenjang pendidikan agar mudah dipahami dan diterapkan dalam proses pembelajaran.
Dikbud Merangin berharap, dengan tersusunnya kurikulum muatan lokal yang terarah dan sistematis, seluruh sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Merangin dapat mengimplementasikannya secara optimal dan berkelanjutan.
“Kami berharap kurikulum muatan lokal ini dapat menjadi panduan yang aplikatif bagi guru, sehingga pembelajaran di sekolah menjadi lebih bermakna dan mampu membentuk karakter peserta didik yang berbudaya, berakhlak, dan cinta daerahnya,” pungkasnya.(*)

