Aksi Heroik Kepsek SMA Negeri 3 Merangin, Tangkap Ular di Lingkungan Sekolah

Balairakyat.id,-

Merangin – Suasana penuh kehangatan dalam kegiatan halal bihalal pasca hari raya idul Fitri 1447 Hijriah di SMA Negeri 3 Merangin mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kemunculan seekor ular kendang di area lingkungan sekolah beberapa waktu lalu.

Acara yang semula berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan antara guru, siswa, serta tenaga kependidikan itu sempat terhenti sejenak akibat insiden tak terduga tersebut.
Kegiatan halal bihalal yang digelar pasca perayaan Idulfitri itu dihadiri oleh seluruh warga sekolah. Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi dan saling bermaafan setelah menjalani bulan suci Ramadan.

Namun, di tengah berlangsungnya acara, beberapa siswa tiba-tiba berlarian sambil berteriak setelah melihat seekor ular yang merayap di sekitar halaman sekolah, tidak jauh dari lokasi kegiatan.
Kepanikan pun sempat menyebar. Sejumlah siswa terlihat menjauh dari lokasi, sementara para guru berusaha menenangkan situasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dalam kondisi tersebut, Kepala SMA Negeri 3 Merangin Sugimin, menunjukkan respons cepat dan penuh keberanian.
Tanpa menunggu bantuan dari pihak luar, kepala sekolah langsung mendekati lokasi keberadaan ular tersebut. Dengan tetap memperhatikan keselamatan, ia berusaha mengendalikan situasi dan mencegah ular tersebut masuk ke area yang lebih ramai. Aksi tersebut sontak menarik perhatian warga sekolah yang menyaksikan dengan rasa cemas sekaligus kagum.

Dengan peralatan seadanya dan pengalaman yang dimiliki, kepala sekolah akhirnya berhasil menangkap ular tersebut setelah beberapa menit upaya penanganan. Ular yang diperkirakan memiliki ukuran cukup besar itu berhasil diamankan tanpa melukai siapa pun. Keberhasilan ini pun langsung disambut rasa lega dari seluruh warga sekolah yang sebelumnya diliputi kekhawatiran.

“Awalnya, kami sangat panik karena ular itu muncul tiba-tiba di dekat kerumunan. Tapi Pak Kepsek langsung bertindak cepat, sehingga situasi bisa segera dikendalikan,” ujar Ucok guru SMA Negeri 3 Merangin, Senin (30/03/2026).

Setelah berhasil ditangkap, ular tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah sementara sebelum akhirnya dibawa menjauh dari lingkungan sekolah. Rencananya, ular tersebut akan dilepaskan kembali ke habitat alaminya agar tidak kembali mengganggu aktivitas di lingkungan pendidikan.
Peristiwa ini menjadi perhatian tersendiri bagi pihak sekolah.

Sementara itu Sugimin Kepala sekolah SMA Negeri 03 Merangin menyampaikan, bahwa kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi munculnya satwa liar, terutama di wilayah yang masih dekat dengan area perkebunan atau semak belukar.
Ia juga mengimbau kepada seluruh warga sekolah agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan berbahaya apabila menghadapi situasi serupa di kemudian hari.

“Yang terpenting adalah jangan panik dan segera melapor kepada pihak yang lebih berpengalaman dalam menangani kondisi seperti ini. Apalagi sekarang musim penghujan jadi banyak hewan melata atau berbisa keluar dari sarangnya,” ujarnya.

Selain itu, pihak sekolah berencana meningkatkan upaya kebersihan lingkungan, termasuk membersihkan area semak dan memastikan tidak ada tempat yang berpotensi menjadi sarang hewan liar. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kejadian serupa di masa mendatang.

Aksi sigap dan keberanian kepala sekolah tersebut pun menuai apresiasi dari para guru, siswa, dan warga sekolah. Banyak yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kepemimpinan yang tanggap, bertanggung jawab, dan mengutamakan keselamatan bersama.
Setelah situasi kembali kondusif, kegiatan halal bihalal pun dilanjutkan. Suasana yang sempat tegang perlahan berubah kembali menjadi hangat dan penuh keakraban. Bahkan, kejadian tersebut menjadi cerita tersendiri yang akan dikenang oleh seluruh warga SMA Negeri 3 Merangin.

“Momen ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menunjukkan nilai kebersamaan, keberanian, dan kepedulian dalam menghadapi situasi tak terduga. Aksi heroik tersebut menjadi inspirasi bahwa seorang pemimpin tidak hanya hadir dalam kondisi formal, tetapi juga mampu bertindak cepat dan tepat saat dibutuhkan,”pungkasnya.

Reporter : Yazdi Awan